Workshop Persiapan Riset Lapangan

Selama 5 hari di Jakarta, 18 startup dan komunitas #PenyebarKebajikan terpilih diberikan materi untuk menyiapkan mereka sebelum berangkat Riset Lapangan ke daerah 3T tujuan mereka.

Adapun materi yang diberikan adalah: Grant Compliance, Design Thinking, Objective and Key Result, Participatory Action Research, dan Cultural Orientation Training.

Berikut adalah nama-nama tim #PenyebarKebajikan Dayamaya batch 1: Akupintar, ANDIL, Atourin, Bantuternak. Berkahbarang.id, Binar Academy, Cakap, DycodeX, i-Tallenta, Jahitin.com, Kalikesia, Ladang.id, LindungiHutan, Ngalup Coworking Space, Pijar, Sampang Go Online, Smart Solution, dan Tapakita.

“Dengan internet, semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam memajukan kesejahteraannya. Visi BAKTI adalah membangun ekosistem bagi masyarakat dan pemerintah di daerah 3T agar bisa menggunakan internet untuk memajukan perekonomian.” – Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah, @baktikominfo

“Orang baik itu banyak. Mereka butuh ruang untuk bersinergi dengan orang baik lainnya. BAKTI ingin memfasilitasi itu melalui Dayamaya. Kalian, 18 tim startup & komunitas #PenyebarKebajikan terpilih, diharapkan bisa memantik sinergi dengan stakeholder di daerah 3T yang kalian datangi nanti.”Ari Wahyuniarti, Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat, @baktikominfo

Inilah 55 Peserta Program Dayamaya Yang Lolos Tahapan Seleksi Administrasi

Jakarta, 5 Oktober 2019 – Dari 1.019 pendaftar dari 34 provinsi se-Indonesia pada program Dayamaya, telah terpilih 55 pendaftar yang lolos untuk maju ke tahapan seleksi wawancara oleh tim seleksi. Adapun, tim seleksi terdiri atas perwakilan BAKTI, serta expert yang menjadi bagian dari tim kurasi yaitu terdiri dari perwakilan Asosiasi Fintech Indonesia, Asosiasi E-commerce Indonesia, akademisi, pemerintahan, venture capital dan startup unicorn.

Dayamaya merupakan program yang diinisiasi dengan visi mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) bagi kesejahteraan masyarakat, dengan semangat gotong royong bersama para stakeholder strategis, seperti startup, serta Usaha Menengah Kecil, dan Mikro (UMKM) digital. Selain itu, program Dayamaya juga dimaksudkan untuk menjalankan amanah Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Roadmap e-Commerce) Tahun 2017-2019. 

“Membangun infrastruktur telekomunikasi untuk masyarakat dengan internet adalah satu hal, hal selanjutnya yang terpenting adalah mendorong penggunaan internet untuk hal-hal positif. Jangan sampai adanya internet malah membuat kemunduran,” ujar Anang Latif, Direktur Utama BAKTI Kominfo.

Pengembangan ekosistem perlu dilakukan oleh BAKTI guna mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur TIK yang sudah tersedia, serta menciptakan permintaan dan peminatan terhadap infrastruktur TIK (demand creation). Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, agribisnis (pertanian dan kelautan), logistik, fintech, dan e-commerce yang mendorong peningkatan kualitas perekonomian di daerah.

“Visi kami adalah membangun ekosistem bagi masyarakat dan pemerintah di daerah 3T agar bisa menggunakan internet sebagai alat untuk memajukan sektor-sektor yang dapat menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo.

“Wilayah yang dilayani oleh BAKTI adalah desa-desa yang tidak feasible secara komersial sehingga operator telekomunikasi saja pun belum tentu hadir di sana 5 atau 10 tahun mendatang. Makanya, untuk mewujudkan ekosistem ekonomi digital itu, perlu ada program fasilitasi agar tumbuh elemen yang dapat melengkapi ekosistemnya, yaitu startup dan komunitas. Peran mereka adalah membuat inisiatif atau produk yang dapat merealisasikan potensi dan menjawab permasalahan masyarakat, secara berkelanjutan,” tambahnya.

Setelah lolos seleksi administrasi, Dayamaya akan melakukan seleksi interview pada tanggal 6-10 Oktober 2019 untuk memilih inovasi yang akan masuk ke tahap interview oleh tim kurasi. Setelah itu terpilih 30 inovasi yang akan diberikan fasilitas berupa barang/jasa senilai 100 hingga 300 juta rupiah. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pengembangan SDM, eksekusi riset pasar, infrastruktur teknologi, hingga sosialisasi dan pemasaran. Nama-nama startup dan komunitas yang lolos tahap seleksi administrasi sebagai berikut:

  1. Aku Pintar
  2. Alumni ITB Jakarta
  3. AMAN Daerah Sumbawa
  4. ANDIL
  5. Arashi Digital Creative
  6. Atourin
  7. Bantuternak
  8. berkahbarang.id
  9. Bersamakami.com
  10. Binar Academy
  11. Bionika 
  12. Cakap
  13. Copa de Flores
  14. Danger App
  15. DESA Apps UGM
  16. Desa Digital (Dedi)
  17. DiDesa.ID
  18. DycodeX
  19. EMA ANA 
  20. Generasi Anak Negeri
  21. i-tallenta
  22. Jahitin.com
  23. Job2Go
  24. Kalikesia
  25. Kita Pelosok
  26. Krakakoa
  27. Ladang.id
  28. LindungiHutan
  29. Marimad
  30. Mata Desa
  31. Mbangundeso.com
  32. Misbar Cinema
  33. MYDIVE.ID
  34. Ngalup Coworking Space
  35. Pijar
  36. Podiestel
  37. PT. Inditek Global Medika
  38. PT. Kreasi Rekayasa Indonesia
  39. Puna Indonesia
  40. Qiwii.ID
  41. Sahabatcare
  42. Sampang Go Online
  43. saturnus.co.id
  44. Sekalawi
  45. SIDAS
  46. Smart Kandang
  47. Smart Solution
  48. Sukamaju Digital Indonesia
  49. Tani Jiwo Hostel
  50. Tapakita
  51. terAter
  52. Tripisia.id
  53. Visio Incubator
  54. Wonder Koding
  55. Wujudkan Indonesia

+1.000 Startup dan Komunitas Siap Bantu Daerah Tertinggal

Kini, telah ada lebih dari 1000 startup dan komunitas yang berasal dari 34 provinsi Indonesia yang mendaftar pada program Dayamaya. Program dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo ini memberikan fasilitas barang dan jasa untuk membantu pengembangan inisiatif yang dapat menggerakkan perekonomian digital di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3 T).

Dari 7 sektor fokus yang ada, pendidikan (26%), kesehatan (15%), dan agribisnis (15%) adalah sektor dengan jumlah pendaftar tertinggi. Nantinya, Dayamaya akan memilih 30 inisiatif yang akan diberikan fasilitas berupa barang/jasa senilai 100 hingga 300 juta rupiah. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pengembangan SDM, eksekusi riset pasar, infrastruktur teknologi, hingga sosialisasi dan pemasaran.

“Fokus utama dari program ini adalah memastikan solusi yang dibuat oleh startup dan komunitas ini memang menjawab permasalahan nyata yang ada di masyarakat. Maka dari itu, Dayamaya akan memfasilitasi startup dan komunitas terpilih untuk melakukan riset lapangan langsung ke daerah 3T yang dituju,” ujar Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo, Danny Januar Ismawan, di Jakarta, Sabtu (21/09/2019).

Sebelum riset lapangan, peserta diberikan workshop selama 5 hari untuk persiapan, yaitu Design Thinking, Cultural Orientation Training, Participatory Action Research Training, hingga Objective and Key Results (OKR) Training. Setelahnya, peserta akan mendapatkan mentoring dari praktisi dalam pengimplementasian fasilitas dan pengembangan inisiatif produk/jasa.

Pendaftaran program Dayamaya dilakukan secara online melalui portal penggerak.dayamaya.id dan ditutup pada 30 September 2019. Info selengkapnya silakan mengunjungi website dayamaya.id dan www.baktikominfo.id, email: [email protected] atau Instagram @dayamaya.id.

BAKTI Luncurkan Dayamaya untuk Masyarakat Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar

Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kemkominfo membuka kesempatan sinergi bersama startup e-commerce & UMKM digital untuk mengembangkan potensi di daerah 3T (Terdepan, Terluar Tertinggal). Selama ini, BAKTI melalui program Universal Service Obligation (USO), memfokuskan pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, melalui penyediaan akses internet, BTS, serta menyatukan Indonesia dengan backbone Palapa Ring. Seiring dengan meratanya infrastruktur telekomunikasi dan informasi, maka BAKTI perlu mengembangkan ekosistem digital sebagai bentuk optimalisasi infrastrukturnya. 

Salah satu faktor penyebab pertumbuhan ekosistem ekonomi digital yang semakin meningkat saat ini adalah semakin meratanya akses internet. Jumlah pengguna internet di Indonesia bertumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir.  Menurut data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), lebih dari separuh penduduk Indonesia merupakan pengguna internet, yaitu mencapai 156 juta orang atau setara 56% di tahun 2018 lalu. Sejalan dengan percepatan digitalisasi, industri digital juga tumbuh dengan pesat.

Geliat industri digital ini dibuktikan dengan telah tumbuhnya 552 startup dan UMKM digital di Indonesia sampai dengan tahun 2018 (data Mapping & Database Startup Indonesia 2018 yang dikeluarkan oleh MIKTI dan Bekraf). Indonesia perlu berbangga karena telah menyumbangkan 4 unicorn dari total jumlah 7 unicorn di Asia Tenggara, yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. 

Indonesia memiliki potensi besar dalam industri digital. Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusannya untuk mendorong industri digital melalui visi Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia. Tumbuhnya startup digital menghasilkan “multiplier effect” pada banyak usaha-usaha UMKM. Ini sebuah hal positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, di mana startup memberikan manfaat bukan hanya kepada konsumen tetapi juga bagi kreator dan penjual. 

Potensi UMKM ini tidak hanya berada di kota-kota besar. Dilihat dari sudut pandang sumber daya manusia, data angkatan kerja di Indonesia pada bulan Agustus 2018 dari BPS menyatakan bahwa jumlah angkatan kerja yang memiliki usaha sendiri lebih banyak dibandingkan dengan angkatan kerja yg menjadi karyawan. Ditambah bahwa para pemilik usaha, tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi wirausaha yang besar.

Tugas Pemerintah adalah membangun lingkungan ekonomi yang kondusif, dan mengembangkan ekosistemnya. Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mendorong percepatan pertumbuhan ekosistem ekonomi digital dengan program 1000 startup, UMKM Go Digital, Petani & Nelayan Go Online, dan lain-lain. Dukungan berikutnya berasal dari BAKTI sebagai bentuk affirmative policy dalam pemberian bantuan pemerintah.

Program bantuan pemerintah untuk mendukung Fasilitasi Ekosistem Ekonomi Digital (FEED) yang diluncurkan oleh BAKTI diperkenalkan dengan branding Dayamaya. Kegiatan Dayamaya merupakan inisiatif dengan visi mendukung pengembangan eksositem ekonomi digital Indonesia terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dengan semangat gotong royong bersama para stakeholder startegis bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui Dayamaya, BAKTI mengajak para pelaku startup e-commerce dan UMKM digital untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Sektor yang menjadi fokus adalah kesehatan, pendidikan, agribisnis (pertanian, kelautan), pariwisata, fintech, logistik, dan e-commerce.  Bantuan pemerintah yang diberikan berupa fasilitasi barang/jasa seperti pelatihan SDM, eksekusi survey pasar, infrastruktur teknologi, dan sosialisasi & pemasaran. 

Dengan internet, semua merdeka dalam berkarya. Membangun Indonesia bisa di mana saja, dimulai dari berdaya di dunia maya

Pendaftaran peserta Fasilitasi Ekosistem Ekonomi Digital

Bagi calon peserta yang berminat, dan ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap, maka dapat mengunjungi situs www.baktikominfo.id atau www.dayamaya.id. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 2 September 2019 s.d. tanggal 30 September 2019. 

Peserta wajib mengirimkan persyaratan administrasi, serta proposal teknis yang berisikan antara lain: jenis solusi yang akan dikembangkan, roadmap selama 2 (dua) tahun ke depan, dan model bisnis. Proposal yang masuk akan diseleksi secara administrasi, dan dikurasi oleh kurator yang ahli di bidangnya. 
Peserta yang lolos keseluruhan proses seleksi, akan ditetapkan sebagai peserta penerima bantuan. Kuota penerima bantuan yaitu sebanyak 30 startup/UMKM Digital dengan komposisi 20 peserta proposal Pre Seed, dan 10 peserta proposal Seed. Peserta yang lolos diumumkan pada tanggal 1 Oktober 2019.