Gimana Kita Bisa Majuin Daerah Lewat Internet? (Kok Bisa Channel Ft. Dayamaya)

Transcript:

Kalian lihat wilayah merah ini? Bayangin, hampir seperlima uang Indonesia ada di sini — atau lebih gilanya lagi — bayangin jumlah uang yang ada di sini itu bahkan lebih gede dari total uang di sini. Padahal luasnya itu cuma 0,03% dari total luas wilayah Indonesia alias ga nyampe satu persen! Ini fakta yang miris banget. Buat perbandingan — dengan keadaan sekarang — butuh waktu nyaris dua ratus tahun bagi Maluku Utara buat ekonominya bisa sampe kayak Jakarta. Ya! Kita mungkin sekarang lebih sibuk bandingin hidup kita sama orang lain di sosial media. Tapi kita akan kaget dan ngga percaya, seberapa banyak orang yang masih hidup di bawah sana. Permasalahannya cuma satu. Gimana caranya kita bisa nolong mereka? Gimana caranya biar titik merah ini ngga makin penuh dan bisa disebarluaskan juga?

Orang-orang sering berdebat gimana caranya majuin suatu wilayah. Tapi yang mungkin jarang orang sadar, sebenernya kalo diliat, kemajuan itu ada polanya. Polanya itu kayak gini.

Sebuah wilayah akan memulai perekonomiannya dengan yang paling dasar, yaitu pertanian. Di sini, masyarakat sibuk mengekstrak sumber daya alamnya untuk bertahan hidup. Semua negara, wilayah atau pun peradaban, mulai dari tahap ini.

Setelah suatu wilayah udah punya makanan yang cukup, tahap selanjutnya adalah membangun infrastruktur, biar kita bisa menuhin kebutuhan hidup yang lebih kompleks. Lewat jalanan dan pabrik yang dibangun, kita bisa produksi mobil, kertas, kosmetik, panci, dan yang lainnya buat hidup kita yang makin modern. 

Tapi ujungnya, kalau itu semua udah terpenuhi, kita perlu bangun SDM atau manusianya. Karena, di tahap ini, ekonomi kita akan berkembang ke sektor jasa, kayak munculnya Bank, Universitas atau Rumah Sakit. Di sini, butuh manusia-manusia berpendidikan tinggi yang punya kreativitas dan kepintaran.

Kalo masih ngga kebayang, coba aja kita pake contoh negara China. Sehabis perang, awalnya mereka itu miskin banget. Mereka mulai benahin pertanian mereka biar semua orang bisa makan. Sampe akhirnya mereka bangun infrastruktur negaranya. Jalanan dan pabrik pun mereka bangun. Dan coba lihat sekarang, kemegahan kota Shanghai, Hong Kong sampe Shenzhen yang orangnya udah pinter-pinter. Ngga cuma Beijing yang mereka bangun. Daaan yang menakjubkan adalah, itu semua dibangun bukan dalam waktu bukan ratusan, tapi cuma dalam beberapa puluh tahun aja.

Lalu gimana dengan Indonesia? Banyak daerah di Indonesia pun, lagi ada di tahap ini. Kita lagi proses ngebangun kota-kota lain di Indonesia. Kita lagi nyalain internet buat satu Indonesia. Kita lagi ngehubungin pulau-pulau biar terhubung jadi satu.

Dan, ngga cuma pemerintah, kita pun bisa ikut kontribusi ngebangun wilayah-wilayah ini biar makin ngebut ngelewatin fasenya. Salah satunya lewat program ini, yang mau support kalian-kalian yang mau ngebangun wilayahnya, dengan cara pake internet dan teknologi. Internet lah, yang bahkan mungkin bisa bikin kecepatan kemajuan kita lebih cepat daripada China. Karena, ibaratnya internet itu jadi senjata yang bikin kita bisa belajar atau bahkan cari kerjaan — tanpa harus jauh-jauh pergi ke kota. Dari balik layar gadget, kita bisa belajar caranya nanem bunga, budidaya ikan lele, atau bikin karya-karya lain yang hasilnya bisa dijual bahkan sampai ke seluruh dunia!

Pak Habibie bilang, mungkin kalian punya masa lalu, dan beliau juga punya masa lalu. Tapi masa depan adalah milik kita bersama. Kita bisa ribut sendiri ngebahas masalah negeri kita yang ngga ada habisnya. Atau kita, bisa kontribusi di masing-masing wilayah kita sekarang, buat demi kemajuan negeri ini. Dan seperti biasa, terima kasih.

Referensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *